5 Video Game Paling Mengecewakan di Tahun 2019

Sponsored

Tinggal hitungan hari lagi kita akan berpisah dengan tahun 2019. Banyak sekali hal yang telah dilalui, baik hal buruk maupun hal baik. Termasuk dalam industri video game. Drama dan kontroversi selalu menjadi bahasan hangat yang tak pernah pudar. Tak terkecuali game yang didesain dengan sangat buruk berkat tuntutan ekonomi. Menjadikannya salah satu game yang paling mengecewakan tahun ini. Apa saja gamenya? Berikut daftar game paling mengecewakan di tahun 2019 versi Gamebrott.

5. Team Sonic Racing

Bisa lari kencang namun masih menggunakan mobil. Memang terdengar menggelikan untuk Sonic yang harus berperan seperti itu di game terbarunya Team Sonic Racing. Sayang, gamenya yang satu ini justru jatuh menjadi sebuah kekecewaan yang mendalam. Usahanya untuk menyaingi Crash Team Racing kandas berkat fokusnya pada karakter dan kustomisasi mobil dibanding harus fokus pada trek dan mekanik balapannya. Formulanya yang sangat simple buatmu akan lebih memilih Crash Team Racing dibanding game milik SEGA tersebut.

4. Dollhouse

Promosinya yang kurang, buat banyak orang tak mengetahui keberadaan game indie horor Dollhouse. Namun tenang, kamu tak perlu membeli bahkan memainkannya karena game ini berakhir sangat mengecewakan. Berbeda dari game horror pada umumnya, game ini tak miliki elemen horror yang seharusnya ada seperti hantu atau anak kecil yang menyeramkan.

Ia hanya terbatas pada game puzzle dalam stage labirin di mana kamu akan dikejar oleh boneka raksasa, menghindari jebakan, dan lari dari serangan manekin. Levelnya yang didesain dengan sistem “procedurally generated” alias diproduksi secara otomatis dengan template yang sudah dibuat membuatnya terasa repetitif dalam enam stage yang diberikan.

3. Tom Clancy’s Ghost Recon Breakpoint

Sponsored

Tom Clancy’s Breakpoint sekilas memang mencoba hadirkan nuansa super baru bagi seri Ghost Recon. Membawa berbagai elemen dari iterasi sebelumnya dan game Ubisoft yang lain seperti looting dengan tingkat kelangkaan item, lengkap dengan menyewa aktor ternama untuk menjadi salah satu tokoh antagonis utamanya. Rupanya tak membuat gamenya menjadi lebih baik.

Nyatanya, meskipun dari segi mekanik gamenya cukup seru untuk dimainkan. Ghost Recon Breakpoint justru menghadirkan kisah yang cukup buruk. Beberapa elemen yang mereka pinjam juga jadikan gamenya tak miliki identitas sama sekali. Belum termasuk beberapa masalah teknis, bug, dan yang lain. Membuatnya menjadi always online juga sangat merepotkan bagi player ketika koneksi internet sedang kacau balau. Kegagalan ini bahkan diakui oleh Ubisoft yang berimbas dengan penundaan game milik mereka selanjutnya yakni Watch Dogs Legion.

2. Shenmue 3

Shenmue menjadi salah satu sorotan dunia berkat keklasikannya saat dirilis di Sega Dreamcast. Seri keduanya yang berakhir lebih dulu membuatnya harus usai begitu saja berkat ketidakinginan Sega untuk melanjutkan bisnis console video game. Pada E3 2016 yang lalu, fans akhirnya dapatkan jawaban akhir kisahnya dengan pengumuman iterasi ketiganya sebagai Kickstarter.

Setelah mengalami beberapa kali penundaan dan sempat terjaring kasus kontroversi kerjasama eksklusif publishernya, Deep Silver dengan Epic Games. Shenmue 3 akhirnya dirilis pada bulan November 2019 silam. Sayangnya, respon para fans tidak begitu baik. Gamenya didesain dengan mekanik jadul yang seharusnya sudah berkembang sangat pesat sekarang. Membuat gamenya hanyalah sebuah pemuas nafsu untuk para fans setia tanpa adanya perubahan sama sekali.

1. Far Cry New Dawn

Menjadi game spin-off seharusnya bukan menjadi alasan untuk membuat franchisenya menjadi buruk. Sayangnya, hal ini terjadi di Far Cry New Dawn. Mencoba untuk berubah menjadi lebih baik, Ubisoft hanya menggunakan kembali beberapa elemen dari iterasi sebelumnya. Bersetting 17 tahun setelah event Far Cry 5, New Dawn mencoba mengenalkan kita pada cerita yang lebih gelap lagi.

Sayangnya, gamenya hanya meniru iterasi ketiga dengan map luas dan target dua tokoh antagonis utama psikopat, Mickey dan Lou. Kedua karakter tersebut sayangnya tak bisa satu level dengan Vaas Montenegro atau keluarga Seed yang fanatik. Buat gamenya tak terjual dengan sangat baik sejak perilisannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.